Rabu, 29 Mei 2019


BERANIKALI - Kominfo telah mencatat adanya 30 berita hoaks yang terkait dengan aksi 21-22 Mei 2019. 30 berita hoaks tersebut dirilis di website kemenkominfo.

Temuan dari pemantau ada 30 berita hoaks yang tersebar dan bisa dilihat di website kominfo. Direktur Jenderal Aplikasi Dan Informatika telah menghadiri konpers di kantor kemenkopolhukam.

Kebanyakan berita hoaks tersebut disebarkan melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, Dan Twitter. Hingga saat ini pihak kominfo masih memantau adanya berita-berita hoaks yang terkait dengan aksi 21-22 Mei 2019 tersebut.

Hoaks ini disebarkan lewat 1,932 URL ada di Facebook, Instagram, Dan Twitter. Dengan adanya berita hoaks kominfo  melakukan pembatasan beberapa media sosial untuk mengatisipasi adanya berita hoaks.

Pembatasan media sosial tersebut dilakukan pada tanggal 22 Mei 2019. Pembatasan ini dilakukan supaya tidak ada lagi berita hoaks yang bermunculan dan akhirnya kominfo pun mencabut pembatasan penggunaan media sosial pada tanggal 25 Mei 2019.

Di imbauan bagi masyarakat untuk menjaga ruang cyber kita ini adalah lingkungan untuk kita beraktivitas.

Senin, 27 Mei 2019


BERANIKALI- Perusahaan telepon genggam terbesar kedua di dunia ini kini mengakses pembaruan sistem keamanan operasi android, Itu berarti HUAWEI akan kehilangan akses terhadap sejumlah aplikasi.

Langkah ini diambil oleh GOOGLE setelah Presiden Amerika Serikat mengumumkan untuk melindungi jaringan komputer Amerika Serikat dari musuh-musuh asing.

Selain memproduksi telepon genggam, HUAWEI juga membuat suatu peralatan komunikasi dan diperkirakan HUAWEI menguasai sekitar 40 sampai 60 persen jaringan di seluruh dunia.

Berikut hal yang membuat Amerika Serikat khawatir dengan HUAWEI : 

1. Jaringan Super Cepat 5G

HUAWEI saat ini sedang berunding dengan banyak negara untuk memasok suatu sistem jaringan super cepat generasi kelima atau 5G.

Jika infrastruktur 5G menggunakan produk Huawei, para pesaing mengklaim Huawei "bisa membaca pesan yang dikirim melalui jaringan atau bahkan mematikan jaringan, yang tentu akan menyebabkan gangguan serius. Bahkan sebelum Presiden Trump mengeluarkan perintah eksekutif, pemerintah Amerika Serikat sudah mendesak sekutu mereka untuk tidak menggunakan produk Huawei.

2. Kasus layar anti pecah

Kasus lain yang membuat Amerika Serikat khawatir terkait dengan adanya layar anti pecah
Menurut Bloomberg, Huawei diselidiki oleh FBI karena diduga melanggar regulasi perdagangan senjata internasional.

3. Tidak ada matinya

Meski didera beberapa kasus, ditambah dengan langkah Google, Huawei diperkirakan akan tetap menjadi pemain global yang penting, Bagi banyak negara, terutama di Asia dan Afrika, harga produk teknologi yang ditawarkan Huawei jauh lebih murah dari perusahaan Amerika dan Eropa. Aspek harga ini menjamin Huawei akan tetap menguasai pangsa global. Bahkan di Inggris, sekutu terdekat Amerika Serikat, masih terjadi debat apakah sebaiknya infrastruktur 5G memakai produk Huawei. Menteri pertahanan Inggris belum lama ini dipecat karena memasukkan komponen buatan Huawei di area-area yang tidak terlalu penting.

BERANIKALIRightsLedger hadir dengan membawa terobosan Dan nantinya kreator yang akan bergabung dapat menentukan sendiri monetisasinya. Jadi, sharing economy untuk konten digital.
Selain itu, Rio dan tim juga menyediakan teknologi blockchain bagi kreator konten yang akan menggunakan layanan Milstage. Melalui teknologi ini, kreator konten dapat merekam konten ke dalam jaringan blockchain sehingga data yang disimpan tidak dapat diubah.

Setiap kreator konten setelah melakukan register akan memiliki catatan dan akan mendapat blockchain ship. Misal konten saya direkam di tanggal sekian, tidak ada yang bisa membantah karena masuk karakter yang diyakini tidak bisa diubah.

Persoalan penggunaan teknologi blockchain pada platform Milstage, RightsLedger menyebut hal itu dilakukan agar tidak terjadi tindakan menyalin konten tanpa izin. Pada dasarnya menonton Youtube jika iklan dilewati maka pengguna yang tidak klik skip ad akan mendapat reward berupa token ekonomi berupa uang.

Selain Milstage, RightsLedger juga tengah merampungkan dua platform konten lain yaitu Milio yang dirancang seperti platform media sosial dan Mildeals yang digunakan untuk jual-beli konten.

BERANIKALI- Pasti kamu pernasaran kan bagaimana cara untuk menjadi YOUTUBER ? Salah satu hal yang penting adalah berfikir kreatif, Dengan apa yang kamu keluarkan dari pemikiran kamu itu sudah dianggap unik dan tentunya akan diterima dengan baik oleh orang lain.

Jadi saya yakin para pembaca saat ini mengetahui apa itu YOUTUBE, Mulai dari keluarga, sanak saudara, teman, maupun masyarakat sekitar menggunakan Youtube untuk menonton suatu video.
Mengapa demikian? Mungkin dapat dikatakan bahwa lewat Youtube semua orang dapat melihat banyak pilihan video atau konten.

Berikut ini ada beberapa tips untuk kamu yang ingin menjadi seorang Youtuber:

1. Konsisten dalam berkarya.

Buatlah konten yang sesuai dengan keinginan kamu sehingga hal itu dapat menjadi ciri khas kamu.

Jangan mudah berubah karena hal itu dapat membuat para penonton tidak tertarik lagi pada konten kamu ataupun berfikir kalian tidak konsisten.

2. Jadilah diri sendiri.

Karena konsistensi kamu akan membuat kamu memiliki ciri khas tersendiri maka jangan mengikuti ataupun mencuri karya orang lain.

Jika kamu memiliki ide yang terinspirasi dari youtuber lain, sertakan di dalam video bahwa kamu terinspirasi oleh seseorang.

3. Selalu “Up to Date”.

Kamu harus selalu memantau, mencari dan mengetahui informasi-informasi terbaru di youtube.

4. Mengikuti aktivitas Youtube Indonesia, biasanya akan diinfokan melalui email

5. Selalu mencari inspirasi baru.

Mencari inspirasi baru itu bukan merubah konten kamu sehingga berubah.

Inspirasi baru dapat kalian terapkan untuk mengembangkan karya kamu agar semakin baik lagi.

6. Perluas koneksi dengan “Youtuber” lain, Dengan kata lain kamu harus berkolaborasi dengan youtuber lain agar kamu bisa memperbanyak pertemanan atau kerja sama dan tentunya memperbanyak pengalamana kamu.

Sabtu, 25 Mei 2019


BERANIKALI- Berdasarkan laporan NetBlocks, berikut deretan media sosial yang tidak bisa diakses:
1. Facebook.
2. Facebook Messanger.
3. Whatsapp.
4. Telegram.
Dalam laporan di situs resminya, NetBlocks, memaparkan berdasarkan situs jaringan, web utama dalam beberapa layanan tetap dapat dijangkau. Meskipun layanan back end tertentu dibatasi untuk mencegah operasi situs web dan aplikasi seluler yang biasa.
Meskipun dalam deretan media sosial yang terkena pembatasan tak terlihat ada Instagram. Namun, karena back end Facebook yang digunakan oleh Instagram, maka aplikasi ini pun terdampak.
NetBlocks melihat pembatasan pemerintah dilakukan secara regional. Jika dilihat di situs downdetector, Jakarta menjadi kawasan yang paling terdampak untuk pembatasan WhatsApp.
Peta menunjukkan area Jakarta dan sekitarnya berwarna merah. Artinya, WhatsApp di kawasan ini mengalami kesulitan akses paling parah dibandingkan dengan kawasan lain.
Netblocks sendiri telah melakukan serangkaian pengukuran kinerja Internat dari 10 titik pandang di seluruh Indonesia.
“Setiap pengukuran web probe NetBlocks terdiri dari latensi round trip, tipe pemadaman dan identitas sistem otonom yang dikumpulkan secara waktu nyata untuk menilai ketersediaan layanan dan kinerja di negara tertentu,” papar situs resmi NetBlocks.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengungkapkan pembatasan ini dilakukan bertahap pada sebagian media sosial.
Pembatasan unggah dan unduh foto dan video ini dilakukan untuk memperlambat penyebaran hoaks. Sebab, penyebaran hoaks lewat foto dan video dianggap sangat cepat memengaruhi emosi seseorang.
KUMPULAN BERITA INDONESIA © 2013 | Powered by Blogger | Blogger Template by DesignCart.org